Putera Mahkota Mohammed bin Salman berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di sela Pertemuan Gulf Cooperation Council (GCC) di Riyadh, Arab Saudi (9/12/2018). ANTARA/REUTERS/HO-Saudi Royal Court/Bandar Algaloud/aa. (REUTERS/HANDOUT Saudi Royal Court/Bandar Algaloud)

ZNEWS.ID JAKARTA – Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 1 Maret 2021, mengecam Amerika Serikat (AS) karena tidak mengambil tindakan yang cukup terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, setelah merilis laporan yang menunjukkan keterlibatannya dalam pembunuhan wartawan yang berkantor di Amerika, Jamal Khashoggi.

Laporan intelijen Amerika yang dideklasifikasi pada Jumat, 26 Februari 2021, lalu yang menunjukkan bahwa Mohammed bin Salman tampaknya menyetujui pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 lalu di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Pelapor Khusus PBB Untuk Pembunuhan di Luar Proses Hukum, Agnes Callamard, Senin, 1 Maret 2021, mengatakan temuan itu merupakan “petunjuk penting” atas komitmen baru Amerika pada transparansi.

Namun, ia menambahkan bahwa tidak adanya sanksi yang diumumkan Amerika terhadap Mohammed bin Salman merupakan suatu hal yang “sangat berbahaya.”

“Menurut saya sangat problematik, bahkan berbahaya, untuk menyatakan adanya kesalahan seseorang dan kemudian mengatakan bahwa “tetapi kami tidak melakukan apapun, lanjutkan seolah-olah kami tidak mengatakan apa-apa,” ujar Callamard.

Ditambahkannya bahwa laporan itu tidak memberikan informasi faktual yang baru. Arab Saudi sendiri dengan tegas menolak kesimpulan laporan tersebut.

Editor: Dhany

BACA JUGA  Wapres Jusuf Kalla Bahas Karhutala di Sidang Umum PBB

LEAVE A REPLY