Ilustrasi hoaks. (Foto: Google Images)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menemukan lebih dari 100 hoaks berkaitan dengan vaksin Corina hingga awal Februari. Hoaks tersebut beredar luas melalui sejumlah platform media sosial.

“Kominfo terus bekerja keras melawan dan menahan laju penyebaran hoaks ini. Kominfo telah berkoordinasi dengan pengelola platform media sosial untuk melakukan take down pada ‘postingan-postingan’ hoaks tersebut,” kata Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam pernyataan pers Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dikutip Kamis (11/2/2021).

Kominfo menemukan 105 isu hoaks terkait vaksin Corona per 10 Februari. Penyebarannya bisa berkali lipat. Total, Kominfo menjaring 417 hoaks vaksin Cotona di media sosial dan menurunkan konten tersebut.

Sebaran hoaks vaksin Corona terbanyak berada di platform Facebook, lainnya berada di Instagram, TikTok, Twitter, dan YouTube.

Salah satu hoaks yang beredar adalah tentang WHO mengadakan program vaksin di Indonesia, disertai dengan tautan untuk mendaftar. Kominfo menegaskan program vaksinasi di Indonesia saat ini hanya dari pemerintah.

“Faktanya, vaksinasi di Indonesia hanya dilakukan oleh pemerintah dan itu gratis,” kata Dedy.

Kominfo meminta masyarakat untuk tidak memercayai begitu saja dan membagikan informasi yang beredar di media sosial atau aplikasi pesan instan. Masyarakat bisa mengakses informasi soal vaksin Corona dari lembaga resmi, salah satunya situs covid19.go.id.

BACA JUGA  Media Sosial Yang Sering Digunakan di Indonesia

LEAVE A REPLY