Ilustrasi: Dompet Dhuafa Volunteer melakukan aksi tanam pohon di Bagan Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Minggu (17/1/2021). (Foto: DD Waspada)

ZNEWS.ID JAKARTA – Letak geografis dan geologis Indonesia menjadikan wilayah-wilayah Indonesia rawan akan berbagai jenis bencana. Beberapa bencana yang sering terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir.

Oleh karenanya, sangat diperlukan strategi penanganan dan upaya mitigasi yang tepat dengan melibatkan kerja sama dan kolaborasi baik pemerintah maupun masyarakat.

“Pemasyarakatan pengetahuan mitigasi bencana ini penting untuk dapat menjangkau publik,” ujar Mila Kencana Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dilansir dari laman resmi LIPI, Senin (1/2/2021).

Peneliti Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, mengatakan bahwa bencana alam seperti gempa dan tsunami merupakan bagian dari siklus bumi sehingga tidak dapat terhindarkan. Maka dari itu, siaga bencana harus dipahami oleh semua masyarakat.

Eko menyebut, peristiwa tsunami dan gempa merupakan peristiwa berulang. Oleh karena itu, bencana tsunami dan gempa masa lalu  dapat menjadi sumber pengetahuan dan peringatan dini untuk peristiwa tsunami yang dapat terjadi di masa mendatang.

“Bencana itu benar-benar berkaitan dengan perilaku manusia. Kitalah yang menentukan apakah ancaman alam akan berubah menjadi bencana atau hanya menjadi ancaman saja,” terang Eko.

Terkait dengan korelasi gempa dan tsunami, Eko menjelaskan bahwa tidak semua gempa berkekuatan besar dapat memicu tsunami. Di sisi lain, gempa berkekuatan kecil pun dapat memicu tsunami jika berlangsung cukup lama.

BACA JUGA  Kolaborasi Riset, Upaya Melindungi Biodiversitas Laut dari Kepunahan

LEAVE A REPLY