Mutia (50) membantu penyintas gempa Sulbar yang ingin menggunakan jasa laundry hanya dengan biaya setengah harga. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID MAMUJU – Ibu itu baru saja menjemur sejumlah pakaian di halaman tenda pengungsian Desa Kadolang, Kecamatan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Cuaca siang itu memang sedang panas. Tak sedikit yang dijemurnya.

Sesekali, perempuan bernama Mutia (50) itu masuk ke rumah di depan area pengungsian. Sejurus kemudian, ia keluar membawa sejumlah pakaian yang baru tercuci untuk ia jemur kembali.

Mutia (50) membantu penyintas gempa Sulbar yang ingin menggunakan jasa laundry hanya dengan biaya setengah harga. (Foto: DMC DD)

Masih terdapat reruntuhan bangunan di halaman rumahnya. Tembok belakangnya jebol dan tergantikan terpal. Di dalam ruang yang tidak besar itu, terlihat banyak hasil cucian pakaian yang tersusun rapi di lemari kayu.

“Sejak gempa bumi lalu, laundry ini baru buka lagi sejak dua hari kemarin. Memang rumah rusak karena gempa dan kita juga masih khawatir ada gempa lagi. Tapi, banyak warga sekitar yang mengungsi minta tolong cuci sama kita, dari relawan juga ada,” ungkap Mutia, Selasa (26/1/2021).

Mutia (50) membantu penyintas gempa Sulbar yang ingin menggunakan jasa laundry hanya dengan biaya setengah harga. (Foto: DMC DD)

Dibantu oleh empat orang anak perempuannya, Mutia kembali menerima jasa cuci tersebut. Hampir lima tahun ia jalani usaha laundry itu.

Sebagai penyintas, ia juga merasakan para pengungsi butuh mencuci bersih pakaiannya karena di pengungsian sulit air bersih. Di kondisi ini, banyak relawan dan petugas terkait yang membutuhkan hal itu.

Mutia (50) membantu penyintas gempa Sulbar yang ingin menggunakan jasa laundry hanya dengan biaya setengah harga. (Foto: DMC DD)

Selain memang sebagai mata pencaharian utama, Mutia akui, melalui usaha laundry itu ia ingin membantu penyintas lain yang terdampak.

BACA JUGA  Pendampingan Terus Dilakukan kepada Penyintas Banjir Gorontalo

LEAVE A REPLY