Ilustrasi. (Foto: Qiswah Tour)

ZNEWS.ID JAKARTA – Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin di Rabi’ al-Awwal tahun Gajah. Tepatnya tanggal 12, yang merupakan pendapat paling masyhur. Senin adalah hari yang penuh berkah. Hadis yang diriwatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Abbas RA berkata:

“Rasulullah SAW lahir pada hari Senin, diangkat sebagai nabi pada hari Senin, berangkat hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, dan mengangkat hajar aswad pada hari senin juga.”

Sementara, riwayat lain mengatakan bahwa Rasulullah SAW lahir sudah dalam keadaan berkhitan dan tali pusarnya telah putus.

Banyak keistimewaan saat kelahiran beliau, salah satunya banyak berhala yang jatuh dari tempatnya berdiri. Tampak cahaya terang benderang di cakrawala hingga menyinari istana-istana di negeri Syam.

Kegoncangan hebat dialami Istana Kisra (Maharaja Persia) mengakibatkan tiang-tiang penyangganya berjatuhan. Api sesembahan kaum Majusi di Persia pun mendadak padam pada malam itu. Yang selama lebih dari 1.000 tahun sebelumnya tidak pernah padam.

“Yang lebih baik dari beliau seakan tak pernah terlihat, yang lebih elok dari beliau seakan tak pernah terlahirkan. Beliau dilahirkan seakan-akan tanpa sedikit pun ada cacat, seolah-olah beliau tercipta seperti yang beliau inginkan.” (pustaka raghib)

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan. Nasabnya sampai kepada Ismail bin al-Khalil Ibrahim alaihimas-salam.

Kisah Rasul yang penuh dengan hikmah manfaat ini sebaiknya bukan hanya sekedar bacaan saja. Namun juga bisa menumbuhkan rasa cinta kita. Manusia yang sejak lahir sudah mendatangkan banyak keberkahan di alam semesta. Beliau selalu mencurahkan rasa cintanya kepada kita semua. Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya manusia. (zakat.or.id)

Oleh: Ikhsan Banahsan

LEAVE A REPLY