Ilustrasi alergi. (Foto: theepochtimes.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Raendi Rayendra, mengatakan bahwa stres adalah faktor utama yang bisa menyebabkan timbulnya alergi kulit. Disebut sebagai faktor utama karena menjadi faktor yang paling sering menjadi pencetus alergi.

Raendi menjelaskan, stres dapat mengganggu beberapa hormon yang secara tidak langsung mengaktifkan reaksi alergi, terutama rasa gatal.

“Contohnya, rasa gatal atau alergi bisa muncul pada pelajar ketika stres menjelang ujian ” katanya,dilansir dari Antara, Minggu (24/1/2021).

Dikutip dari Webmd, stres membuat tubuh memproduksi hormon seperti kortisol yang memerintahkan kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak. Kulit berminyak lebih mudah berjerawat dan terkena masalah kulit lainnya.

Gatal juga bisa disebabkan karena kulit kering akibat terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara. Pelembap jadi benda wajib yang harus dipakai secara rutin demi menjaga kondisi kulit. Menurut Raendi, kasus gangguan kulit meningkat selama pandemi karena pola hidup dan kebiasaan yang berubah.

“Contohnya, jam tidurnya berubah, awalnya yang cuci mukanya pagi bergeser ke siang, jadi bergeser polanya. Itu dari lifestyle. Tapi, kemudian kita setiap hari menggunakan masker. Yang meningkat adalah kasus jerawat akibat masker,” katanya.

Maskne alias jerawat akibat pemakaian masker dapat dihindari dengan rutin mengganti masker setiap 3-4 jam sekali. Jerawat timbul karena adanya gesekan masker dengan kulit. Sehingga, penting untuk sering mengganti dan memilih bahan yang tepat.

BACA JUGA  Jangan Sepelekan! jika Tidak Ditangani, Psoriasis Bisa Jadi Penyakit Serius

LEAVE A REPLY