Ilustrasi buah hati alergi. (Foto: unsplash/Echo Grid)

ZNEWS.ID JAKARTA – Bunda, pernahkan buah hati mendadak alergi dan gatal-gatal ketika pindah ke tempat baru, terutama bila kondisinya berbeda 180 derajat? Ada kalanya, tubuh anak yang biasa hidup di kawasan bersih langsung bereaksi saat berada di tempat yang udaranya kotor.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Raendi Rayendra menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena tubuh sedang mengenali alergen atau benda asing yang akhirnya memicu reaksi alergi.

“Misalkan kita berbicara tentang debu, tadinya di suatu negara bersih datang ke Indonesia, terpapar debu, terhirup, kemudian, tubuh mengenali alergen atau debu tersebut sebagai benda asing. Akhirnya, tubuh mengeluarkan suatu reaksi yaitu alergi, hipersensitivitas,” jelas Raendi, dilansir dari Antara, Minggu (24/1/2021).

Di negara empat musim, biasanya alergi yang berhubungan dengan debu semakin banyak terjadi ketika musim gugur tiba.

Bagaimana dengan anak yang biasa hidup di lingkungan dengan polusi udara tinggi? Dia mengatakan, bisa saja kekebalannya meningkat sehingga bebas dari alergi debu ketika pindah ke tempat yang jauh lebih bersih. Meski demikian, alergi tetap mungkin terjadi akibat pemicu yang berbeda, contohnya cuaca.

“Cuaca dingin bisa menyebabkan alergi. Jadi tidak hanya debu, tapi cuaca, suhu juga dapat menyebabkan alergi,” kata Raendi.

Pada dasarnya, anak memiliki kulit yang lebih tipis dengan imunitas yang belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap gangguan yang bisa berujung kepada alergi.

Lapisan kulit anak lebih tipis ketimbang kulit orang dewasa. Fungsi kulit sebagai pelindung tubuh juga belum maksimal seperti orang dewasa karena lebih tipis, juga karena sistem imunitas anak yang masih berkembang.

Editor: Agus Wahyudi

BACA JUGA  Dokter: Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Masker Tidak Mencegah Corona

LEAVE A REPLY