Marlon Gerber (kiri) dan Dedi Satriadin, beraksi diatas gelombang Bono di sungai Kampar, Pelalawan, Riau. (Foto: ANTARA/Rony Muharrman)

ZNEWS.ID JAKARTA – Fenomena ombak bergulung-gulung lazimnya bisa kita lihat di perairan sekitar pantai atau beberapa ratus meter menuju bibir pantai. Tapi, tidak demikian di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Di sungai itu, kita bisa menjumpai bono, fenomena alam berupa ombak besar bergulung-gulung di sungai. Ini terjadi karena adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat air pasang (tidal bore).

Ombak bono di Sungai Kampar dikatakan besar karena bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dan bergerak dari muara di Desa Pulau Muda menuju Desa Teluk Meranti dan Tanjung Mentangor. Jarak yang ditempuh bono ini sejauh 50-60 kilometer (km) menyisir sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam.

Semakin menjauh dari muara, tinggi ombak semakin mengecil, tak lebih dari 70 sentimeter hingga 1 meter. Uniknya, ombak besar ini mengalir berlawanan dengan arus sungai.

Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau, jadi favorit peselancar. (Foto: Antara Foto/ FB Anggoro)

Tak seperti ombak besar di laut, ombak bono bisa mencapai panjang 200 meter hingga 2 kilometer mengikuti lebar sungai. Sungai Kampar memiliki panjang sekitar 413 km dengan hulu di Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumatra Barat) dan bermuara di Selat Malaka.

Menurut kisah Sentadu Gunung Laut yang merupakan cerita masyarakat Melayu lama, ombak bono terjadi karena perwujudan tujuh hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Sungai Kampar. Tujuh hantu itu diwujudkan dalam bentuk tujuh jenis gulungan ombak mulai dari gulungan ombak terbesar di bagian depan diikuti enam gulungan ombak di belakangnya dengan tinggi ombak lebih kecil.

Ombak besar ini sangat ditakuti masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan semah, semacam upacara di waktu pagi atau siang hari dipimpin tetua adat setempat dengan maksud agar selamat saat berhadapan dengan ombak bono. Masih dari kisah yang sama, ombak bono juga dijadikan ajang uji nyali bagi setiap pendekar Melayu pesisir untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Bono sendiri dalam bahasa masyarakat setempat berarti berani.

BACA JUGA  Relawan Berjibaku Padamkan Api di Pelalawan

LEAVE A REPLY