Ilustrasi. (Foto: baktinusa.id)

Oleh: Wahyu Pratama Nur Anggara (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pada dasarnya, pemahamaman mengenai studi kawasan terfokus terhadap pembelajaran wilayah maupun kawasan tertentu. Hal ini dimaksudkan agar adanya fokus maupun batasan pembahasan untuk dikaji lebih dalam mengenai peristiwa yang terjadi khususnya dalam ruang lingkup global.

Selanjutnya, studi kawasan harus dipelajari secara komprehensif agar mampu mengerti mengenai objek kajiannya. Hal tersebut ditujukan agar para akademisi mampu untuk memahami sekaligus juga mengkaji mengenai region, regionalism, serta regionalization.

Oleh karena itu, perlunya untuk mengkaji studi kawasan mengenai old regionalism dan new regionalism, sekaligus juga perkembangan studi kawasan tersebut hingga keterkaitan antara region, regionalism, serta regionalization yang menjadikannya berbeda antar satu sama lain.

Menurut Mansfield (1999: 590), region yakni sekumpulan negara yang terletak di suatu area geografis tertentu. Spesifikasi dari area yang dimaksud masih terbilang kontroversial karena masih merupakan klaim yang dilakukan secara sepihak. Namun, definisi tersebut memiliki perbedaaan dengan Fawcett (2005: 24) yang berpendapat bahwa region merupakan unit atau “zona” yang didasarkan pada kelompok, negara, atau teritori yang pada intinya memiliki kesamaan sifat antar satu sama lain.

Sedangkan, regionalism merupakan proses politik yang dikarakteristikan dengan mucnulnya kebijakan ekonomi, kerja sama dan koordinasi antarnegara. Hal tesebut sering dikenal juga sebagai PTA (Preferential Trading Arrangements) atau adanya regulasi istimewa mengenai peraturan perdagangan.

Regionalization dapat didefinisikan sebagai proses yang terjadi sebagai hasil ketidaksengajaan atau adanya suatu otoritas terhadap kekuasaan otonom. Kajian pembahasan dari regionalisasi tidak lebih dari fokus pembahasaannya terhadap aktivitas perdagangan, manusia, ide, serta konflik pada level regional (Fawcett, 2005: 25).

Pada dasarnya, regionalism mencakup secara keseluruhan, walaupun bertentangan dengan bagian globalisasi. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya isu tentang memahami istilah teoretikal globalisasi tersebut.

LEAVE A REPLY