Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS. (Foto: IDEAS)

ZNEWS.ID JAKARTA – Survei Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan bahwa demi bertahan hidup saat pandemi, pelaku usaha ultra mikro bekerja dengan jam kerja yang panjang. Jauh di atas jam kerja normal.

“Untuk menyambung hidup saat pandemi pelaku usaha ultra mikro harus beroperasi dengan jam kerja rata-rata 11,67 jam per hari. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan sebelum pandemi yang rata-rata 12,07 jam per hari,” kata Yusuf Wibisono Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Survei terkait dampak pandemi terhadap usaha ekonomi mikro yang dilakukan di wilayah Jabodetabek tersebut dimulai pada Juli 2020 dengan 200 responden pelaku usaha di sektor perdagangan. Dengan kriteria usaha tanpa pegawai, tanpa lokasi usaha, tanpa kendaraan bermotor, dan bukan merupakan distributor usaha besar.

Hasil survei IDEAS terkait dampak pandemi terhadap usaha ultra mikro dengan 200 responden SeJabodetabek. (IDEAS)

Tidak hanya jam kerja yang panjang, survei ini juga menemukan fakta bahwa pelaku usaha ultra mikro juga harus bekerja nyaris setiap hari. Pandemi tidak banyak berpengaruh pada hari kerja usaha ultra mikro, yang hanya sedikit menurun dari rata-rata 6,65 hari per pekan menjadi rata-rata 6,28 hari per pekan.

“Untuk bertahan hidup, kelompok ekonomi lemah ini tidak pernah memiliki kemewahan untuk tidak bekerja, bahkan ketika pandemi melanda,” ucap Yusuf.

Yusuf menambahkan, tepukulnya pelaku usaha ultra mikro membuat sebagian besar dari mereka mengalami disrupsi usaha, jatuhnya omset dan penerimaan, krisis likuiditas, hingga penutupan usaha secara permanen.

“Dari 63,4 juta usaha mikro ini, sekitar 48 juta diantaranya diperkirakan adalah usaha ultra mikro, pelaku ekonomi terkecil yang selama ini tidak pernah bisa mengakses kredit mikro perbankan sekalipun karena ketiadaan agunan,” ungkap pimpinan lembaga think tank tersebut.

BACA JUGA  IDEAS: Wilayah DKI Jakarta Belum saatnya Masuki PSBB Transisi

LEAVE A REPLY