Tim Respons Disaster Management Centre (DMC) bersama Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta dan DD Volunteer tetap sigap mengantisipasi erupsi Merapi. (Foto: DD Yogyakarta/DMC)

ZNEWS.ID YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dan kembali mengeluarkan awan panas guguran hingga Rabu (13/1/2021). Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengonfirmasi adanya perubahan morfologi yang ada di dalam puncak Gunung Merapi.

Hanik mengatakan bahwa di bagian tengah puncak terdapat pengangkatan, rekahan-rekahan, dan juga turunan.

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

“Per 13 Januari 2021, volume kubah lava Merapi di sisi barat daya sebesar 4.600 meter kubik,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Status Gunung Merapi hinga Kamis (14/1/2021), masih Level III (Siaga). Tim Respons Disaster Management Centre (DMC) bersama Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta dan DD Volunteer pun masih melakukan penjagaan di Pos Pengungsian Desa Glagaharjo.

Tim Respons Disaster Management Centre (DMC) bersama Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta dan DD Volunteer tetap sigap mengantisipasi erupsi Merapi. (Foto: DD Yogyakarta/DMC)

Hal ini demi membangun upaya kesiapsiagaan dan meminimalisasi risiko dampak dari potensi erupsi Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Iya, saya masih di Yogyakarta. Beberapa hari terakhir dan semalam, Merapi masih mengeluarkan lava pijar,” kata Bruli, Tim DMC Dompet Dhuafa yang sejak 6 November 2020 berada di Yogyakarta.

Tim Respons Disaster Management Centre (DMC) bersama Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta dan DD Volunteer tetap sigap mengantisipasi erupsi Merapi. (Foto: DD Yogyakarta/DMC)

Sementara, Maizar Helmi, Koordinator Siaga Merapi DMC Dompet Dhuafa melaporkan hasil asesmen di tiga lokasi pengungsian terdapat kebutuhan darurat berupa peralatan balita, makanan bayi, handsanitizer, tempat cuci tangan, peralatan mandi, sembako, air mineral, kasur lantai, dan bumbu dapur, termasuk buah-buahan.

BACA JUGA  Kolaborasi Lintas Agama Bahu-membahu Mengatasi Penyebaran Corona di Zona Merah

LEAVE A REPLY