Ilustrasi. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA “Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan, sesungguhnya akan disempurnakan pahala kalian pada hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka ia benar-benar telah beruntung. Dan, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS Al-Imran: 185)

Demikian kutipan dari QS Al-Imran: 185. Kematian merupakan suatu hal yang mutlak akan dihadapi makhluk hidup di dunia. Bila telah digariskan waktunya, siapapun, kapanpun, dan di mana pun kematian akan tetap menjemput.

Imam al-Tirmidzi dalam Nawadirul Ushul, sebagaimana dikutip Ibn Hajar al-Asqalani, meriwayatkan dari Sufyan al-Tsauri:

“Ketika mayat ditanyai (Malaikat Munkar dan Nakir), “Siapa Tuhanmu?” Setan langsung memperlihatkan dirinya pada mayat tersebut dan menunujuk pada dirinya sambil berkata, ‘Mayat, saya ini Tuhanmu’,”

Karena itu, terdapat keterangan mengenai doa komitmen keimanan untuk mayat ketika ditanyai malaikat di alam kubur. Imam al-Tirmidzi pun meriwayatkan hadis dengan sanad yang sahih dari ‘Amr bin Murrah yang mana para sahabat menyunahkan doa untuk mayat saat diletakkan ke dalam liang kubur. Doa tersebut adalah:

“Allahumma a‘idzhu minas syaithan.”

Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah dia dari setan.”

Menurut Syekh Ibrahim al-Laqqani dalam Hidayatul Murid, syarah Jauharatut Tauhid, ada tujuh orang yang ketika di alam kubur itu tidak ditanyai Malaikat Munkar dan Nakir. Yaitu:

BACA JUGA  Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-75 TNI, Ini Pesan Presiden Jokowi

LEAVE A REPLY