Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Terapi plasma konvalesen menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan COVID-19. Palang Merah Indonesia (PMI) terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam pengobatan COVID-19 melalui penyediaan plasma konvalesen yang dikumpulkan dari para pendonor.

PMI membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi donor. PMI menentukan syarat pendonor adalah diutamakan laki-laki, dan bagi wanita belum pernah hamil dan juga belum memiliki anak. Untuk penyintas COVID-19 yang akan mendonorkan plasmanya, perlu menunjukkan test swab PCR negatif, bebas gejala COVID-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan masyarakat yang membutuhkan terapi tersebut bisa langsung menghubungi PMI.

“Saat ini terapi plasma konvalesen sudah dapat diakses masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia di pusat,” jelasnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Wiku mengatakan, merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi ini dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah. “Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19, sebagai pengobatan pasien COVID-19,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan Libster  terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien COVID-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik. Penelitian ini menyatakan pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi Sars Cov-2 yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi COVID-19.

 

Editor: Dhany

 

 

 

BACA JUGA  Masyarakat dan Pemda Diminta Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19

LEAVE A REPLY