(Foto: makmalpendidikan.net)

Oleh: Bakhrani (Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 01 Padang Panjang, Tabalong, Kalimantan Selatan)

ZNEWS.ID TABALONG – Sekitar tahun 2000 saya diberi tugas oleh kepala sekolah pada waktu itu, Bapak Tika Wandi, untuk menyeleksi dan membimbing siswa SDN 01 Padang Panjang, Tabalong, Kalimantan Selatan, yang akan mengikuti lomba menyanyi antar-SD tingkat kecamatan.

Modal penunjukan saya bukan karena suara saya semerdu A Rafiq ataupun sewibawa Rhoma Irama. Melainkan karena sedikit pengetahuan saya tentang nada, tempo, irama, melodi, dan cengkok. Saya dipandang cukup untuk menjadi pembimbing siswa.

Sebenarnya, sebagian siswa kami memiliki potensi yang cukup besar dalam menyanyi. Mereka mampu menyanyikan lagu dengan merdu dan bisa dinikmati oleh pendengarnya. Namun, tak satu pun dari mereka yang memahami teknik-teknik bernyanyi sehingga suara mereka bisa keluar dengan baik sesuai lagu yang dinyanyikan.

Di situlah saya mulai menjalankan tugas. Satu per satu, saya ajarkan teknik-teknik bernyanyi. Dari cara mengambil napas, mengeluarkan suara, memahami tempo lagu, cengkoknya, sampai bagaimana melakukan gerakan-gerakan yang sesuai dengan lagu yang dinyanyikan.

Berat memang, apalagi waktu yang tersedia sebenarnya kurang. Hanya ada waktu tiga pekan untuk melatih mereka menjadi penyanyi yang baik, minimal bisa masuk juara harapan. Untung saja Bapak Kepala Sekolah memberi semangat kepada anak-anak yang terpilih agar tetap semangat dan giat berlatih.

Waktu pun terus berjalan, anak-anak terlihat cukup siap untuk menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Meski dalam penilaian saya masih banyak yang harus diperbaiki untuk bisa menjadi juara.

Akhirnya hari H pun tiba. Dengan semangat, saya dan para siswa yang mewakili lomba berangkat ke Kota Tanjung untuk mengikuti perlombaan.

BACA JUGA  Saat Siswa Senang Berkreasi

LEAVE A REPLY