(Foto: makmalpendidikan.net)

Oleh: Ainur Rahman (Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 01 Padang Panjang, Tabalong, Kalimantan Selatan)

ZNEWS.ID TABALONG – Dandi hanya siswa biasa saja secara akademis, bahkan bisa dikatakan agak kurang. Namun, siswa kelas 4 SDN 01 Padang Panjang, Tabalong, Kalimantan Selatan, ini memiliki kelebihan. Dia selalu riang, banyak kawan, dan tidak punya musuh.

Walau belum pernah masuk peringkat sepuluh besar di kelas, Dandi sengaja diikutkan dalam program pengayaan bersama teman-teman sekelasnya yang berstatus penerima beasiswa. Hasilnya cukup apik. Dandi semakin semangat belajar. Dia pun antusias menjawab dan mengerjakan latihan, termasuk kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan lisan saya.

Ujian semester 1 pun tiba. Hari pertama pelajaran Bahasa Indonesia. Sengaja saya pinjam dari guru kelas 4 lembar jawaban siswa yang mengikuti pengayaan. Saya ingin mengetahui berapa besar pengaruh pengayaan terhadap kemampuan mereka dalam mengerjakan soal-soal ulangan.

Alhamdulillah, walau tidak sempurna tapi sudah cukup menunjukkan ‘buah’ dari pengayaan yang selama ini diberikan. Inilah ‘keistimewaan’ berikutnya dari Dandi: seluruh jawaban soalnya ‘hancur’.

“Bagaimana ulangan tadi?” tanya saya berbasa-basi.

“Ngalih, Pak, ai, ulun beberang saja tadi”. Sulit, katanya, dan ia asal menjawab saja.

Saya pun mengarahkannya untuk lebih teliti dan membaca dengan baik pada ujian pelajaran berikutnya.

BACA JUGA  Kota Tua Jakarta Ditetapkan sebagai Kawasan Praktik Bahasa Negara

LEAVE A REPLY