(Foto: makmalpendidikan.net)Agar Siswa Mampu Membaca

Oleh: Destiarny (Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 060932 Bangun Mulia, Medan, Sumatra Utara)

ZNEWS.ID MEDAN“Siapa yang belum bisa membaca?” Tanya saya kepada para siswa di kelas 1A SDN 060932 Bangun Mulia, Medan, Sumatra Utara. Beberapa anak mengacungkan jari.

Kurang dari sepuluh anak ternyata yang mengacungkan jari. Saya pun membuat kesepakatan jadwal belajar dengan mereka, yakni usai pulang sekolah bertempat di perpustakaan.

“Kita berlatih membaca bersama Ibu. Apakah mau?” Saya meyakinkan mereka kembali.

Anak kelas 1A yang masuk pagi pun selesai jam sekolahnya. Sebagian anak menuju perpustakaan sesuai kesepakatan. Dibandingkan jumlah yang mengacungkan jari di kelas, anak-anak yang datang ke perpustakaan berjumlah lebih sedikit. Beberapa yang datang malah bukan yang mengacungkan jari.

Malu-malu mereka berdiri di depan pintu. Hingga ada seorang anak berani bertanya, “Bu, boleh kami membaca?”

“Tentu boleh. Ayo, silakan masuk di perpustakaan kita,” jawab saya. “Ini, ya, siswa-siswa hebat yang mau belajar membaca?”

Namanya juga baru kelas 1, ikut-ikutan kawan adalah hal lumrah. Jelas jauh lebih baik ketimbang yang ikut-ikutan pulang meski tadinya acungkan jari tidak bisa membaca. Bisa jadi, ini karena siswa tersebut belum tahu betapa penting membaca.

BACA JUGA  Kisah Pengabdian Edah, sang Pendidik Ulung dari Ujung Barat Jawa

LEAVE A REPLY