Ilustrasi: Dompet Dhuafa bersama Tokopedia menggelar Mobile Rapid Test gratis untuk Masyarakat Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID JAKARTA – Orang yang terinfeksi Corona namun tidak menunjukkan gejala (OTG) menjadi penyebab sebagian besar penyebaran penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada kebanyakan kasus Corona, orang tidak mulai menunjukkan gejala, seperti batuk, demam, dan sesak napas, sekitar enam hari setelah terinfeksi.

Selama rentang waktu itu, orang-orang yang positif bisa sangat rentan menularkan penyakitnya. Biasanya, mereka tidak menyadari mengidap virus sehingga menyebabkan penyebaran yang tidak disengaja.

“Kebanyakan infeksi SARS-CoV-2 disebarkan oleh orang-orang tanpa gejala,” kata CDC, seperti dilansir dari Health, Kamis (26/11/2020).

CDC memperkirakan, lebih dari 50 persen dari semua infeksi ditularkan dari orang yang tidak menunjukkan gejala. Ini artinya, setengah dari infeksi baru berasal dari orang yang mungkin tidak menyadari dirinya bisa menularkan virus ke orang lain.

Inilah alasannya masker, termasuk yang berbahan kain, menjadi penting untuk memperlambat penyebaran Corona. Benda ini bisa menghentikan orang yang terinfeksi menyebarkan virus dan melindungi pemakainya terkena droplet dari orang lain.

“Manfaat penggunaan masker berasal dari kombinasi kendali sumber dan perlindungan pribadi untuk pemakainya. Masker kain tidak hanya efektif memblokir sebagian besar tetesan berukuran besar, tetapi juga dapat memblokir tetesan dan partikel halus (juga sering disebut sebagai aerosol) yang lebih kecil dari 10 mikron,” kata CDC.

Di Indonesia, pemerintah bersama para pakar kesehatan sudah mengimbau pemakaian masker terutama saat berada di ruang publik. Masker yang dianjurkan antara lain berbahan kain dengan tiga lapis bahan sintetis tanpa tenun dan diatur agar lapisan filtrasi berada di tengah

BACA JUGA  WHO: Tidak Ada Bukti Varian Baru COVID-19 Lebih Mematikan

LEAVE A REPLY