Ilustrasi antibiotik. (Foto: harvard.edu)

ZNEWS.ID DEPOK – Dokter konsultan penyakit tropik dan infeksi Rumah Sakit Universitas Indonesi (RSUI), dr Adityo Susilo, mengajak masyarakat untuk menggunakan penggunaan antibiotik dengan bijak. Karena, jika penggunaan yang salah dan tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan terjadinya resistensi.

Adityo mengatakan bahwa antibiotik berfungsi untuk membunuh kuman serta bekerja secara spesifik. Bukan merupakan obat demam. Jika penggunaan antibiotik tidak sesuai indikasi, dapat menyebabkan munculnya kuman yang kebal terhadap antibiotik.

Menurutnya, mekanisme kerja antibiotik adalah dengan menghancurkan dinding sel. Maka dari itu, antibiotik diperuntukkan untuk membunuh bakteri, bukan virus.

“Pada penyakit akibat virus, secara logika tidak membutuhkan antibiotik,” katanya, dalam seminar awam bicara sehat ke-32 dengan tajuk utama “Mari Gunakan Antibiotik Dengan Bijak”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (25/11/2020).

Adityo menjelaskan, beberapa dokter ada yang menggunakan antivirus dalam mengobati penyakit akibat virus. Namun, tidak semua virus membutuhkan antivirus. Karena, beberapa virus ada yang bersifat self-limiting yang berarti penyakit tersebut dapat sembuh sendiri tanpa obat, dengan adanya sistem imun tubuh yang kuat.

Terdapat alasan mengapa antibiotik perlu dihabiskan, hal ini karena membutuhkan beberapa waktu tertentu untuk memastikan bakteri benar-benar telah mati. Biasanya, waktu tunggunya sekitar 5-7 hari atau dapat juga mengikuti petunjuk dokter karena beberapa antibiotik dapat berbeda.

“Jika tidak dihabiskan karena merasa kondisi tubuh sudah baik, khawatir bakteri tersebut belum benar-benar mati dan dapat menyebabkan infeksi kembali,” terangnya.

BACA JUGA  Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Pneumonia

LEAVE A REPLY