Ilustrasi keringat dingin. (Foto: Medical News Today)

ZNEWS.ID JAKARTA – Keringat dingin bukan diagnosis medis tetapi sebenarnya kondisi ini melibatkan banyak bagian rumit dari tubuh manusia dan sebagian besar masih misteri. Dokter di Baylor University, Arindam Sarkar, seperti dilansir dari Health, Minggu (22/11/2020), menjelaskan bahwa berkeringat merupakan respons tubuh terhadap berbagai penyebab stres internal dan eksternal termasuk pengerahan tenaga yang berlebihan.

Tapi, keringat dingin sedikit berbeda. Kondisi ini bisa digunakan untuk menggambarkan menggigil sebagai respons terhadap suatu penyakit atau pengobatan.

Secara umum, para ahli kesehatan sepakat keringat dingin adalah saat Anda mulai berkeringat sekaligus merasa kedinginan dan ini membuat berbeda dari keringat biasa.

Dokter di Baltimore’s Mercy Medical Center, Kathryn Boling, mengatakan bahwa ada berbagai penyebab munculnya keringat dingin. Tetapi umumnya, karena infeksi, demam, atau masalah kesehatan yang mendasari, seperti serangan jantung atau gula darah rendah.

Keringat dingin bahkan bisa menjadi tanda perubahan hormonal, seperti mengalami hot flash selama menopause, penyesuaian hormon setelah kehamilan, hingga stres atau cemas.

Dalam kasus demam, Anda mungkin akan berkeringat dingin saat demam mulai turun. Anda bisa berada dalam situasi di mana Anda benar-benar kepanasan karena demam, lalu berkeringat dan merasa kedinginan.

Selain itu, menurut dokter di Providence Saint John’s Health Center, Santa Monica, California, David Cutler, Anda juga bisa berkeringat dingin saat berolahraga atau setelahnya.

BACA JUGA  Tips Menjaga Mental dan Fisik agar Tetap Sehat di 2021

LEAVE A REPLY