Karya Didiet Maulana dari kain tenun tanimbar karya UMKM Kelompok Ralsasam binaan Bank Indonesia Provinsi Maluku. (Tangkapan layar YouTube)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kolaborasi perancang Indonesia dalam mengolah karya kreatif UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) diharap bisa menciptakan produk turunan bernilai tambah tinggi. Sehingga, wastra atau kain tradisional Nusantara jadi pilihan utama untuk bergaya, khususnya generasi muda.

“Kami mengajak milenial untuk makin mencintai dan memakai wastra Nusantara sebagai kebanggaan dan identitas nasional,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam Pagelaran Karya Kreatif “Wastra Nusantara Balut Milenial Bergaya”, Minggu (22/11/2020).

Dalam rangkaian Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri III yang digelar virtual, dua perancang Indonesia memperlihatkan karya-karya baru dari wastra Nusantara yang dibuat sesuai dengan ciri khas setiap desainer.

Perancang Didiet Maulana mengolah kain tenun tanimbar karya UMKM Kelompok Ralsasam binaan BI Provinsi Maluku. Sementara, Ayu Dyah Andari mengolah kain tenun lurik karya UMKM Tugu Mas binaan BI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Destry menegaskan pentingnya UMKM bagi perekonomian Indonesia sebagai sektor yang jadi tulang punggung ekonomi, tingginya kemampuan menyerap tenaga kerja serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Melalui kantor perwakilan yang ada di berbagai daerah, Bank Indonesia bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait berupaya membina UMKM sisi produksi, pemasaran, dan peningkatan kapasitas keuangan. Serta, melakukan kegiatan kurasi bekerja sama dengan kurator internasional.

Pagelaran Karya Kreatif Indonesia merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan akses pasar karya kreatif UMKM Binaan BI di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan UMKM secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

BACA JUGA  Gerakan Bangga Buatan Indonesia 2021 Resmi Diluncurkan di 3 Bandara

LEAVE A REPLY