Ilustrasi penipuan iklan seluler. (Foto: Antara/Pixabay)

ZNEWS.ID JAKARTA – Hasil penelitian platform pemasaran aplikasi Adjust mengindikasikan bahwa penipuan iklan seluler meningkat secara global. Hal ini juga menunjukkan adanya kegagalan dalam mencegah penipuan yang dapat merusak akurasi data pemasaran yang digunakan untuk membuat keputusan bisnis.

“Pemasar harus dapat merasa yakin dengan data mereka,” ujar Director of Fraud Prevention, Adjust, Andreas Naumann, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (20/11/2020).

Hasil riset juga menunjukkan bahwa para penipu tidak hanya memalsukan instalasi berbayar, tetapi juga organic traffic – instalasi yang tidak bisa sembarang diatribusikan ke kegiatan pemasaran apapun – untuk menyembunyikan instalasi berbayar yang mereka curi.

Dua per tiga dari 200 juta instalasi yang ditolak merupakan instalasi organik dan hanya sepertiga yang merupakan instalasi berbayar. Walaupun secara teknis pemasar seluler tidak kehilangan uang, instalasi organik palsu ini dapat merusak integritas data dan informasi yang seharusnya dapat dikumpulkan oleh pemasar dari kegiatan pemasaran.

Mereka berisiko tinggi untuk tidak memiliki bayangan saat menghadapi situasi di mana kegiatan penipuan banyak terjadi dan data pemasar tidak akurat, termasuk data instalasi organik.

Keputusan strategis berbasis data sulit diambil tanpa informasi yang jelas. Intinya, kata Naumann, penipuan masih dan akan terus menjadi tantangan yang kita hadapi dalam industri

“Akan tetapi, dengan menggunakan alat yang tepat, kita bisa selangkah lebih maju dari para penipu dan memastikan bahwa kita tetap memprioritaskan transparansi,” katanya.

LEAVE A REPLY