Ilustrasi. (Foto: makmalpendidikan.net)

Oleh: Sumiati (Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 003 Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur)

ZNEWS.ID JAKARTA – Setiap guru harus berupaya memenuhi kewajiban memberi layanan pendidikan terbaik bagi anak didiknya. Dalam menangani siswa yang bermasalah dengan capaian literasi, guru harus mampu mengatasinya supaya anak didik antusias dalam belajar. Terutama dalam kompetensi membaca, menulis, dan berkomunikasi.

Seorang guru harus mampu memadukan kemampuan siswa dalam tiga kompetensi ini. Pada awalnya, saya mengalami kesulitan dalam memadukan pembelajaran tersebut, terutama di kelas 4 SDN 003 Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Sebagian besar siswa masih kesulitan menemukan pokok pikiran dari suatu teks. Mereka juga belum mahir menggunakan kamus atau ensiklopedi. Lain lagi dengan kompetensi menulis; siswa yang diharapkan dapat menulis dengan ejaan yang benar dan membuat cerita dan karangan sendiri, hasilnya belum optimal.

Di dalam kompetensi berkomunikasi, siswa juga belum mampu mengeluarkan pendapat atau saran di kelas, dan memberi petunjuk/presentasi atau pengumuman lisan.

Namun, setelah mendapatkan pelatihan-pelatihan yang diadakan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, saya mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat untuk menangani permasalahan kompetensi literasi siswa. Caranya adalah sebagai berikut:

Pertama, ketika diberi tugas, baik tugas di sekolah ataupun di rumah, setiap siswa diwajibkan untuk menulis dalam buku latihan. Dari sini siswa akan berusaha membaca ulang apa yang telah ditulisnya di dalam buku latihan itu.

Kedua, siswa diwajibkan membaca buku di ceruk ilmu selama 10-15 menit sebelum pelajaran dimulai. Untuk itu, siswa harus masuk sekolah sebelum bel berbunyi.

BACA JUGA  Jangan Paksa Anak Usia Dini Belajar Calistung

LEAVE A REPLY