Ilustrasi mandiri finansial. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Diki Febrianto (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salah satu problematika aktivis adalah finansial. Mulai dari orde lama, pun sampai pada hari ini masa reformasi. Masalah finansial aktivis menjadi masalah yang cukup pelik dan menggangu fokus serta memengaruhi gesitnya para aktivis untuk bergerak.

Tak jarang, idealismenya dibuang ketika terpikat tipuan materi. Yang sebelumnya hidup matinya hanya untuk bermanfaat bagi masyarakat, tiba-tiba berubah menjadi ular berbisa menghisap rakyat. Mengambil jalan pintas untuk berdaya secara finansial dengan menghalalkan segala cara.

Fenomena itu bukanlah suatu opini tanpa dasar. Kita melihat deretan aktivis 1998 yang dahulunya berada di garis rakyat, ketika menjadi pejabat di lembaga negara rupanya tak beda dengan pejabat orde baru. Sama saja. Sama-sama korupsi. Bahkan memiliki trend korupsi berjamaah.

Maka dari itu, penting bagi aktivis muslim untuk memerhatikan faktor finansial. Karena, ketika kita membaca sejarah, mata kita akan melihat fenomena hebat kejayaan umat Islam yang diraih dengan persiapan yang matang dalam segala lini. Baik itu bekal ilmu, modal (finansial) dan jaringan.

Jika merujuk pada pandangan Hasan Al-Banna, salah satu karakter aktivis muslim adalah qadiirun ‘alal kasbi (mandiri secara finansial), menjadi indikator yang harus diperhatikan setiap muslim. Bukan tanpa alasan, setiap sesuatu yang bergerak membutuhkan energi, membutuhkan support. Dan, hal itu tentu berkaitan dengan materi yang cukup, bukan malah kekurangan.

Mari kita bedah finansial perjuangan Rasulullaah dan sahabatnya ketika meletakkan pondasi agama baik itu di Makkah ataupun di Madinah. Pertama, kita akan berkenalan dengan khalifah pertama yaitu Abu Bakar Asshidiq.

Beliau merupakan sahabat yang paling dicintai Rasulullaah karena totalitasnya dalam berjuang  bersama Rasul. Selain dikenal dengan sabarnya, Abu Bakar dikenal sebagai orang kaya yang sangat dermawan, baik itu pada masa Islam-nya, atau pun sebelumnya.

BACA JUGA  Peran dan Tantangan Pemuda dalam Menciptakan Perubahan

LEAVE A REPLY