Ilustrasi. (Foto: Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo)

Oleh: Mamluatul Lailiyah

ZNEWS.ID JAKARTA – Berbicara tentang hidup, maka setiap orang tentu menginginkan hidup yang berkualitas. Setiap orang mengklasifikasikan kualitas hidup dengan cara yang berbeda-beda.

Ada yang mengklasifikasikannya dengan Tiga T; Harta Tahta Wanita. Ada yang mengklasifikasikannya dengan kontribusi ke masyarakat yang melimpah.

Semua klasifikasi tentang hidup adalah hak setiap orang untuk memilih. Proses klasifikasi hidup ini tentu tidak lepas dari bagaimana cara seseorang itu merespons setiap kejadian di dalam hidupnya.

Respons dalam hidup ini ada berbagai tingkatannya. Semakin tinggi tingkatnya maka semakin berkualitas hidup seseorang. Respons hal yang penting untuk dikendalikan oleh setiap manusia.

Ada salah satu trainer hebat, bernama Bapak Harry Firmansyah, mengajarkan saya bahwa: Quality of Response = Quality of Life. Jika ingin hidupnya berkualitas maka berikan respons yang berkualitas juga atas semua kejadian di hidup ini.

Salah satu contoh, saat guru memberikan tugas kepada kita, lalu kita merespons dengan kata-kata “Alah Pak/Bu, kok Tugas lagi. Bosennya saya seperti ini terus setiap hari.” Dan, kata-kata keluhan lainnya.

Artinya, respons kita masih berada di level “Basic”. Level paling rendah dari lima Level of Response. Dan, di level ini setiap orang bisa melakukannya. Kebanyakan orang yang berada di level ini merespons sesuatu tanpa berpikir atau bisa disebut dengan reaktif.

LEAVE A REPLY