Ilustrasi. Bendera Uni Eropa.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Uni Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam keadaan darurat kesehatan.

Komentar tersebut dibuat pada konferensi video para menteri kesehatan EU yang mendukung dokumen EU tentang reformasi badan PBB, yang untuk pertama kalinya menguraikan serangkaian perubahan besar yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan sumber daya WHO.

Langkah tersebut menyusul kritik bahwa China dan negara lain tidak membagikan informasi tentang pandemi COVID-19 secara tepat waktu pada masa awal kemunculannya.

“Pandemi saat ini sangat menantang kita, tetapi sangat penting bahwa debat reformasi (WHO) diadakan secara paralel,” ujar Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada konferensi pers, Jumat (30/10/2020) waktu setempat.

Dia tidak mengatakan kapan proses reformasi harus dimulai, tetapi menekankan bahwa sebagai akibat dari perombakan tersebut, WHO harus menjadi lebih cepat bereaksi terhadap krisis kesehatan, sementara negara-negara anggotanya harus berbagi lebih banyak informasi dalam keadaan darurat.

“Kami sangat menghargai kepemimpinan kuat EU dalam kesehatan global dan dukungannya yang teguh untuk WHO, termasuk dukungan untuk memperkuat organisasi,” kata WHO, menolak berkomentar secara khusus mengenai dokumen EU.

“Sangat penting bagi kita untuk terus maju dengan reformasi ini,” kata Komisaris Kesehatan EU Stella Kyriakides dalam konferensi pers yang sama.

BACA JUGA  160 Relawan Cekal Corona Dompet Dhuafa Dapat Bantuan Jamsostek

LEAVE A REPLY