(Foto: Smartekselensia.net)

Oleh: Saiful Choirudin (Alumni SMART Angkatan 1)

ZNEWS.ID JAKARTA – Assalamualaikum. Nama saya Saiful Choirudin, lulusan angkatan pertama SMART Ekselensia Indonesia. Ini adalah sepenggal kisah pengalaman berharga saya.

Sejak kuliah di Universitas Paramadina, saya sudah mengajar membuat kartun di SMP Islam Al-Syukro Universal, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Di sana, saya mengajar ekstrakurikuler khusus untuk membuat dan belajar mengetahui apa-apa saja yang berhubungan dengan kartun.

Saya tahu ada lowongan kerja sambilan di sekolah itu dari seorang ustaz. Beliau sebelumnya pernah mengajar pelajaran bahasa Inggris dan juga menjadi kepala asrama di SMART, yaitu Ustaz Heri Sriyanto.

Saya mengajar untuk satu tujuan yang besar, yaitu untuk belajar. Jadi, saya masih ingin belajar meskipun sudah bekerja. Hanya belajar dan belajar. Setelah mendapat gelar S1, saya masih ingin belajar lagi. Saat itu, belum ada pikiran yang muncul tentang mencari kerja.

Kalau teman-teman saya sudah banyak yang mencari lowongan pekerjaan, saya tidak. Saya masih ingin belajar. Seakan-akan hanya ada pemikiran tentang belajar saja. Saya mengajar di SLB (Sekolah Luar Biasa) Mahardika juga masih untuk belajar, tepatnya belajar bersyukur.

Mungkin kebanyakan orang menganggap anak-anak yang berada di SLB itu gila, jelek, kotor, dan sebagainya. Tetapi, saya tidak. Saya menggunakan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah SWT sebagai tempat untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan pada kita semua.

Di SLB sendiri ada banyak hal yang unik dan berbeda dari sekolah-sekolah biasa. Satu kelas di SLB hanya berisi 5-8 siswa. Berbeda dari sekolah biasa yang bisa menampung lebih dari 20 siswa untuk satu kelas.

BACA JUGA  Teruslah Mengedukasi Diri

LEAVE A REPLY