Implan Tulang Traumatik Stainless Steel 316L. (Foto: BPPT)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pusat Teknologi Material (PTM) – BPPT sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Teknologi Material Medis melalui program Inovasi Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan berhasil melakukan pengembangan Implan Tulang Traumatik Stainless Steel 316L. Produk ini diberi nama Implan Tulang Titanium Merah Putih.

Pengembangan dilakukan bersama industri mitra PT Zenith Allmart Precisindo hingga proses komersialisasi. Produk tersebut kini telah ditayangkan dalam E- Katalog – LKPP dan juga telah dipakai di beberapa rumah sakit.

Saat ini, produk implan traumatik yang beredar di dalam negeri masih didominasi oleh produk impor yang proporsinya mencapai 94% dengan harga yang tidak murah. Kondisi ini menjadi penyumbang defisit BPJS yang semakin meningkat setiap tahun.

“Masalah tingginya biaya pembelian implan dan pajak import mendorong untuk pengembangan implan secara lokal,” ungkap Kepala BPPT, Hammam Riza, dilansir dariblaman resmi BPPT, Jumat (30/10/2020).

BPPT, lanjut Hammam, akan terus melakukan kerekayasaan implan tulang dan gigi dengan dukungan Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan dalam program prioritas riset nasional.

“Saat ini, BPPT ditunjuk sebagai Koordinator Program Prioritas Nasional (PRN) Implan Tulang dan Koordinator PRN Implan Gigi bersama mitra seperti perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, serta industri dan asosiasi. Dalam, menentukan teknologi kunci dan menyepakati target-target hilirisasi produk sesuai dengan roadmap disepakati,” kata Hammam.

Hammam menjelaskan bahwa kerekayasaan implan tulang memerlukan tahapan riset, pengembangan teknologi, serta penguatan teknologi produksi. Sehingga, industri sebagai produsen mencapai tahapan cara pembuatan alat Kesehatan yang baik. Serta, mendapatkan izin edar sesuai peraturan Kementerian Kesehatan menuju inovasi dan komersialisasi.

BACA JUGA  Kepala BPPT: Jadikan Iptek Garda Terdepan Pembangunan Nasional

LEAVE A REPLY