Ilustrasi. (Foto: smartekselensia.net)

Oleh: Nadia Karimah

ZNEWS.ID JAKARTA – Saat bangun di pagi hari mungkin kita merasa marah, kecewa, sedih atas perbuatan yang dilakukan. Terlintas pula pikiran bahwa manusia begitu kejam, tak ada belas kasihan untuk tangan dan lidah mereka.

Dapat pula berpikir dan meramu rasa bijak dalam hati. Bahwa, hari kemarin telah berlalu dan saatnya menghadirkan kebaikan dengan bijak untuk pagi ini, hari ini, dan saat ini.

“Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah yang telah memberi kita kehidupan setelah Dia mematikan kita, dan kepadaNya saja kita akan dibangkitkan.”

Merenungkan doa ini, akhirnya menyadari kata “kebangkitan” itu sendiri. Bahwa bangun kita di pagi hari adalah kebangkitan; kehidupan baru.

Kehidupan baru di sini adalah hidup dengan semangat baru, paradigma baru, dan keyakinan baru bahwa kita bisa meraih apa pun tujuannya. Selama, kita mau terus-menerus memperbaiki mental dan ikhtiar.

Kehidupan baru memberikan sesuatu yang lebih baik daripada hari ini atau hari-hari sebelumnya. Masih diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri, lingkungan, dan orang-orang yang tercinta.

Banyak hal yang telah dilewati. Banyak hal yang ingin diraih. Banyak pula keinginan yang belum terwujud. Namun, yang penting adalah bagaimana mengisi hidup kita, hari ini, saat ini sebagai anugerah serta berkah yang Allah berikan.

BACA JUGA  5 Keutamaan Berbagi kepada Kaum Dhuafa

LEAVE A REPLY