Ilustrasi belanja online. (Foto: brainydose.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Belanja online atau daring sudah menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih di masa pandemi Corona saat ini. Namun, masih ada yang belum memahami apa saja hak mereka sebagai konsumen.

Staf Ahli Ketua Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Akmalia H Mursyidah, menjelaskan bahwa hak dan kewajiban konsumen diatur di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, atau sering disebut sebagai UUPK.

“Hak-hak fundamental konsumen antara lain mendapatkan keamanan dan kenyamanan,” terang Akmalia saat acara diskusi “Kenali Hak Konsumen dalam berbelanja Online” bersama Lazada Indonesia dan idEA, Selasa (27/10/2020).

Hak konsumen, kata Akmalia, tertuang dalam pasal 4 UUPK, yaitu mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan saat mengonsumsi barang atau jasa. Serta, mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi barang dan jasa.

Konsumen juga berhak memilih barang atau jasa, mendapatkan advokasi ketika ada sengketa dan mendapatkan kompensasi ganti rugi jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.

Ketika terjadi perselisihan saat belanja daring, misalnya barang yang sampai tidak sesuai dengan iklan, konsumen bisa menghubungi toko tersebut. Atau, jika berbelanja di marketplace online, berbicara dengan petugas di pusat aduan konsumen (customer care).

Jika sudah melapor ke penyedia platform dagang namun masalah masih belom teratasi, konsumen bisa melapor ke BPKN.

BACA JUGA  Waspadai Kemungkinan Gangguan Penglihatan Gegara Radiasi Gadget di Era Pandemi Corona

LEAVE A REPLY