MI Raudhatul Jannah di Desa Bomba-Bomba, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (Foto: Piska Yunita)

Oleh: Piska Yunita (Kawan SLI Angkatan 2 Penempatan Konawe Selatan)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pendampingan Sekolah Literasi Indonesia di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, terdiri dari lima sekolah. Salah satunya adalah MI Raudhatul Jannah yang terletak di Desa Bomba-Bomba.

MI Raudahtul Jannah sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu. Dibina oleh Imanuddin yang sekaligus menjadi kepala yayasan dan kepala sekolah.

MI Raudhatul Jannah terdiri dari lima guru aktif yang tiap hari datang ke sekolah, seorang kepala sekolah, dan seorang “guru jam terbang” yang hanya beberapa hari di sekolah.

Kepala sekolah MI Raudhatul Jannah tidak hanya bertugas mengelola sekolah, tetapi sebagai pengajar sekaligus wali kelas. Hal ini karena secara administrasi, MI Raudhatul sangat minim tenaga pengajar.

Tentu, ini bukan hanya tanggung jawab kepala sekolah saja, tetapi juga elemen yang ada di sekolah tersebut. Misalnya, guru maupun dinas pendidikan setempat.

Tidak saja kekurangan guru, MI Raudhatul Jannah juga kekurangan sarana dan prasarana sekolah, seperti bangunan sekolah baik, ruangan kelas, maupun perpustakaan sekolah yang layak dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar.

Tidak sesempurna sekolah lain yang berlandaskan tembok dengan ruang yang besar. MI Raudhatul Jannah hanya dilandasi bangunan kayu.

BACA JUGA  Perjuangan Niarti Mendidik Anak-Anak Pelosok Dusun Nunusan, Riau

LEAVE A REPLY