Ilustrasi. (Foto: Pexels.com)

Oleh: Purwa Udiutomo (Senior Officer Program Pendidikan Dompet Dhuafa)

“Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS Ash-Shaffat: 108-111)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salah satu kisah yang tidak pernah terlewat dalam peringatan Hari Raya Iduladha adalah kisah tentang Nabi Ibrahim AS. Momen Iduladha memang identik dengan kisah Nabi Ibrahim AS, mulai dari syariat pelaksanaan haji hingga pemotongan hewan kurban.

Keteladanan Nabi Ibrahim AS tercermin dari banyaknya kisah hikmah perjalanan Nabi Ibrahim yang tidak hanya dimuat dalam Alquran, tetapi terdapat pula pada kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kitab Injil, termasuk Injil Barnabas hingga kisah-kisah Israiliyat.

Nama ‘Ibrahim’ sendiri disebut sebanyak 62 kali di 24 surah dalam Alquran. Jumlah ayat yang menceritakan kisah beliau tentu lebih banyak lagi.

Salah satu keteladanan Nabi Ibrahim AS adalah dari sisi kepemimpinan beliau. Allah SWT langsung yang memilih beliau sebagai pemimpin umat manusia, dengan firman-Nya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: ‘(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.’ Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim’.” (QS Al Baqarah: 124).

Nabi Ibrahim AS memenuhi seluruh kualifikasi penting figur pemimpin yang layak dijadikan teladan.

BACA JUGA  Dalil dan Hikmah tentang Perintah Ibadah Kurban dalam Islam

LEAVE A REPLY