Ilustrasi. Logo raksasa Olimpiade 2020 di kota Tokyo. *Antara)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Panitia penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo mengatakan mereka terus waspada terhadap ancaman serangan siber yang dituduhkan Inggris kepada Rusia sebagai upaya mensabotase pesta olahraga empat tahunan itu.

Dilansir AFP, Selasa (20/10/2020), Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan intelijen militer Rusia disebut tengah berusaha memata-matai penyelenggara, pengadaan logistik dan sponsor Olimpiade.

Pejabat Tokyo 2020 mengatakan mereka telah mengambil berbagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya ancaman tersebut, tetapi tidak menjelaskan secara rinci seperti apa jenis serangan karena alasan keamanan.

“Meskipun kami terus memantau berbagai jenis serangan di seluruh platform digital Tokyo 2020, berdasarkan temuan kami, tidak ada dampak yang signifikan,” demikian pernyataan komite penyelenggara Olimpiade Tokyo.

Tuduhan Inggris soal pengintaian muncul saat enam perwira intelijen militer Rusia didakwa di AS karena telah melakukan serangan dunia maya di jaringan listrik Ukraina, Pemilu Prancis 2017 dan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Harian Inggris The Guardian menyebut dugaan “pengintaian” terhadap Tokyo 2020 itu termasuk tindakan spearphishing, sebuah pesan yang dibuat seolah-olah dilakukan oleh teman terpercaya atau koneksi bisnis, tetapi sebenarnya berisi malware.

Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hasimoto menolak untuk menyampaikan laporan tersebut. Tetapi ia mengaku bahwa serangan siber memang meningkat sejak Olimpiade London.

BACA JUGA  Penundaan Olimpiade Jepang Bisa Diperpanjang

LEAVE A REPLY