Presiden Prancis Emmanuel Macron (REUTERS/BRIAN SNYDER)

ZNEWS.ID, PARIS – Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis diserang hingga tewas di dekat sekolah setelah dia memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam, kata pejabat Prancis pada hari Jumat (16/10/2020) waktu setempat.

Penyerang ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di daerah pemukiman di pinggiran barat laut Paris.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan di lokasi serangan itu.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris Islam,” kata Macron. “Mereka tidak akan menang … Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat. Anda dapat mengandalkan tekad saya.”

Atas insden tersebut, Perdana Menteri Jean Castex  juga mengatakan Prancis akan bereaksi dengan ketegasan terkuat.

“Melalui salah satu pembelanya, Republik inilah yang telah ditikam jantungnya oleh terorisme Islamis,” kata Castex melalui cuitan di Twitter.

“Dalam solidaritas dengan para guru, Negara akan bereaksi dengan ketegasan terkuat agar Republik dan warganya hidup, bebas! Kita tidak akan pernah menyerah. Tidak akan pernah.”

BACA JUGA  Inggris Kalahkan Belgia 2-1, Tim-tim Besar Lainnya Bermain Imbang Tanpa Gol

LEAVE A REPLY