Warga Palestina menunaikan salat di masjid yang mulai dibuka kembali di tengah pandemi Corona di kota Gaza, Minggu (18/10/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Mohammed Salem/PRAS)

ZNEWS.ID MINA – Kementerian Wakaf dan Urusan Agama di Gaza memutuskan untuk membuka kembali masjid di seluruh Kota Gaza dan Gaza Utara untuk salat Jumat dan lima waktu dengan protokol ketat pencegahan Corona.

Quds Press melaporkan, dalam pernyataannya, Jumat (16/10/10), kementerian tersebut mengonfirmasi bahwa ketentuan itu mengecualikan masjid di daerah yang diklasifikasikan sebagai zona merah, seperti Beit Hanoun dan Turkmenistan di Shejaiya.

Warga Palestina menunaikan salat di masjid yang mulai dibuka kembali di tengah pandemi Corona di kota Gaza, Minggu (18/10/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Mohammed Salem/PRAS)

Dua pekan lalu, kementerian juga telah mengizinkan pembukaan kembali masjid di Gaza Tengah dan Gaza Selatan setelah ditutup selama satu setengah bulan. Kementerian juga menekankan perlunya semua jamaah untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan selama kehadiran mereka di masjid.

Bagi setiap jemaah diminta membawa Alquran dan sajadah sendiri serga menjaga jarak antarjamaah. Selain itu, jemaah juga dianjurkan berwudu di rumah, salat hanya untuk orang sehat, dan dilarang menghadiri salat di masjid bagi orang yang memiliki penyakit menular.

Warga Palestina menunaikan salat di masjid yang mulai dibuka kembali di tengah pandemi Corona di kota Gaza, Minggu (18/10/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Mohammed Salem/PRAS)

Kementerian akan terus memantau sejauh mana semua masjid mematuhi tindakan pencegahan sesuai prosedur. Dan, tidak akan menolerir pelanggaran sama sekali.

Keputusan untuk membuka masjid di semua daerah tunduk pada evaluasi terus-menerus, sesuai dengan perkembangan situasi epidemiologi di semua wilayah. Kegiatan massal masih belum diizinkan, seperti ceramah umum, wisuda hafalan, peringatan, atau kegiatan kolektif lainnya.

 

BACA JUGA  Kemenag: Perayaan Tahun Baru 1442 Hijriah Harus Terapkan Protokol Kesehatan

LEAVE A REPLY