Ilustrasi memakai masker. (Foto: SHUTTERSTOCK/INTERSTID)

Dalam kesempatan berbeda, praktisi klinis sekalipun relawan Covid-19, dr Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan bahwa sembari menunggu obat Corona, termasuk vaksin tersedia, masyarakat sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni, mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, sebagai upaya mencegah terkena penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

“(3M) Masih (menjadi rekomendasi). Tidak ada pilihan paling aman saat ini. Obat saja belum ada yang signifikan,” kata dia, melalui pesan elektroniknya.

Perang terhadap Hoaks Corona

Senada dengan pernyataan Fajri, Menteri Johnny juga mengingatkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan berbarengan dengan pemerintah melalui program-program strategisnya berupaya menangani Corona.

Menurut dia, hal ini akan terwujud salah satunya jika tidak ada transmisi informasi pada masyarakat yang kontradiktif hingga membuat mereka bingung. Perang terhadap hoaks terkait Corona termasuk di media digital menjadi sorotan penting di sini.

Johnny mengatakan bahwa data terkini Kominfo menunjukkan terdapat 1197 isu disinformasi yang tersebar di empat platform digital. Yakni, Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube dengan sebaran sebanyak 2.020. Dari jumlah sebaran 2.020 ini, sekitar 1.759 konten di antaranya sudah diblokir.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah melalui Kominfo dan kepolisian sudah menjatuhkan saksi pada pembuat dan penyebar hoaks hingga menghubungi para pejabat eksekutif platform media sosial terkait.

Dari pandangan medis, dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengakui hoaks menjadi masalah. Dia mengaku lelah pada informasi salah ini dan menyebut separuh informasi di media sosial mengenai Corona tidak benar.

BACA JUGA  Dirumahkan, Muslim Terima Bantuan Paket Pangan dari DD Sumsel

LEAVE A REPLY