Bagian dalam sebuah apartemen yang diduga rusak akibat penembakan saat konflik militer di atas wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri di Stepanakert, Sabtu (3/10/2020). /David Ghahramanyan/NKR InfoCenter/PAN Photo/Handout via REUTERS/WSJ/djo (via REUTERS/NKR InfoCenter/PAN Photo)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Banyaknya korban berjatuhan baik dari kalangan sipil maupun militer membuat dua negara yang berperang, Armenia dan Azerbaijan kembali  menyepakati “gencatan senjata kemanusiaan” yang berlaku mulai Ahad (18/10/2020) pukul 03.00 dini hari WIB tadi.

Ini adalah upaya terbaru kedua belah pihak untuk memadamkan pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh yang telah berlangsung hampir tiga minggu.

Gencatan senjata kali ini mulai berlaku setelah eskalasi besar-besaran dan serangan rudal dari Armenia yang menewaskan 13 orang, termasuk anak-anak kecil di Kota Ganja di Azerbaijan. Sejak pertempuran pecah pada 27 September lalu, sudah ratusan orang tewas di kedua belah pihak.

Pekan lalu, tepatnya Sabtu (11/10), Armenia dan Azerbaijan sebenarnya telah menyetujui gencatan senjata setelah 11 jam pembicaraan yang dimediasi oleh diplomat tinggi Rusia, Sergei Lavrov, di Moskow. Namun kedua negara yang bertikai saling menuduh melanggar kesepakatan, hingga kembali menyerang satu sama lain.

“Republik Armenia dan Republik Azerbaijan telah menyetujui gencatan senjata kemanusiaan pada 18 Oktober pukul 00.00 waktu setempat,” ungkap Kementerian Luar Negeri Armenia pada Sabtu malam, dikutip AFP, Ahad.

Kementerian Luar Negeri Azerbaijan juga membenarkan langkah itu dalam pernyataan yang sama.

Sementara, juru bicara pemimpin kelompok separatis Karabakh, Vahram Poghosyan mengatakan, pihaknya juga berjanji menghentikan tembakan di sepanjang barisan depan mulai tengah malam tadi. “Situasi di depan sudah tenang,” kata Poghosyan.

BACA JUGA  Banyak Korban Sipil Tewas, Armenia dan Azerbaijan Saling Tuding

LEAVE A REPLY