Ilustrasi. Bilik desinfeksi di Masjidil Haram (istimewa)

ZNEW.ID, JAKARTA – Protokol kesehatan ketat terus diberlakukan pemerintah Arab Saudi setelah membuka kembali Masjidil Haram untuk ibadah umrah sejak awal Oktober lalu. Lebih dari 4.500 liter bahan sterilisasi digunakan setiap hari untuk mendisinfeksi Masjidil Haram agar mencapai lingkungan yang aman dan sehat.

“Kepresidenan bekerja dengan standar tertinggi untuk mengintensifkan operasi sterilisasi di Masjidil Haram dan alun-alun luarnya, untuk memberikan tingkat kesiapan tertinggi dan untuk menerapkan tindakan pencegahan dan pencegahan,” ujar direktur departemen perlindungan lingkungan dan pengendalian epidemi di kepresidenan, Hassan Al-Suwairi dilansir Arab News.

Ke depannya, pemerintah berencana mengoptimalkan teknologi dan mengadaptasinya untuk melayani para peziarah dan menciptakan lingkungan yang aman dan sehat di mana mereka dapat mempraktikkan ritual mereka dengan mudah.

Al-Suwairi mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi menambah jumlah robot yang digunakan untuk sanitasi guna menerapkan perangkat teknologi untuk menghadapi virus corona.

“Robot pintar, yang digunakan dalam sterilisasi dan perlindungan lingkungan di ruang tertutup, bekerja dengan sistem kontrol otomatis yang diprogram pada peta sebelumnya, dan memegang paten SLAM, dengan unit atomisasi berkinerja tinggi,” katanya.

Al-Suwairi mengatakan peluncuran robot presisi tinggi itu akan berkontribusi mengurangi penyebaran virus corona dan penyakit serta epidemi lainnya.

Robot ini melakukan sterilisasi internal pada enam tingkat, yang meningkatkan kekuatan dan keamanan kesehatan lingkungan, dan secara cerdas menganalisis persyaratan sanitasi sesuai dengan skenario penggunaan. Ia bekerja dari lima hingga delapan jam tanpa campur tangan manusia.

BACA JUGA  Dukung Penanganan COVID-19, Kementerian PUPR Lancarkan Sarana Logistik

LEAVE A REPLY