Ilustrasi: Sejumlah mahasiswa asing membuat tulisan aksara Jawa saat mengikuti “Ubaya Summer Program 2019” di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Kamis (29/8/2019). (Foto: ANTARA/Moch Asim/hp)

ZNEWS.ID JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan bahwa Kementerian Kominfo mendukung penuh inisiatif digitalisasi aksara Nusantara.  Menurutnya, pelestarian nilai-nilai budaya lokal termasuk aksara Nusantara perlu dilakukan agar dapat dimengerti dan diketahui generasi mendatang.

“Digitalisasi aksara, salah satunya melalui pendaftaran aksara Nusantara pada Unicode,” kata Johnny, dalam keterangannya di laman resmi Kominfo, Jumat (16/10/2020).

Upaya digitalisasi aksara Nusantara, menurut Johnny, merupakan dukungan pemerintah agar dapat melestarikannya untuk generasi masa depan.

“Agar semua yang ada di prasasti, peninggalan budaya tinggai yang dimiliki bangsa Indonesia bisa dipahami dan dimengerti tidak hanya oleh generasi masa kini. Tapi, juga bagi generasi masa depan,” tegasnya.

Digitalisasi aksara Jawa ditargetkan akan tuntas pada Desember 2020. Menteri Kominfo mengharapkan akan bisa dimanfaatkan oleh Kraton Yogyakarta dan pegiat budaya.

“Nantinya, aksara Jawa dapat digunakan menjadi nama domain, serta alamat  website maupun email. Harapannya, inisiatif ini dapat diselesaikan pada Desember 2020 dan dapat segera dimanfaatkan oleh Kraton Yogyakarta serta pegiat budaya agar pelestarian aksara Jawa semakin gencar,” ujarnya.

Menurut Johnny, hingga kini, sudah terdapat beberapa aksara yang terdaftar pada Unicode. Aksara nusantara itu antara lain (1) Aksara Bali; (2) Aksara Batak; (3) Aksara Bugis; (4) Aksara Jawa; (5) Aksara Makassar; (6) Aksara Rejang; serta (7) Aksara Sunda.

BACA JUGA  Digitalisasi Pers dan Penyiaran Tuntutan Perkembangan Teknologi

LEAVE A REPLY