Dompet Dhuafa Jatim mendatangi para pelaku UMKM dari rumah ke rumah untuk memberikan dukungan materi maupun moril agar mereka tetap tangguh. (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID KEDIRI – Pandemi Corona yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, menyisakan dampak ekonomi nasional yang luar biasa. Seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya.

Tak sedikit perusahaan besar yang mengalami kebangkrutan. Apalagi para pelaku UMKM yang mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah. Padahal, UMKM merupakan tiang penyangga ekonomi Indonesia. Kontribusi para UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 60,9 persen.

Sektor UMKM yang mayoritas terdiri dari pelaku usaha mikro sebanyak 66,3 juta unit, usaha kecil sebanyak 783 ribu unit, usaha menengah 60 ribu unit, dan usaha besar sebanyak 5 ribu unit, semuanya merasakan dampak ekonomi akibat pandemi.

Dompet Dhuafa Jatim mendatangi para pelaku UMKM dari rumah ke rumah untuk memberikan dukungan materi maupun moril agar mereka tetap tangguh. (Foto: DD Jatim)

Salah satunya Basori (58). Sudah 16 tahun lamanya ia berjualan sate kambing di sekitar rumahnya, di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Tapi, sejak pandemi menyerang secara nasional, Basori mengalami frustasi. Pendapatannya turun drastis hingga 70 persen. Sementara, tanggungan pinjaman ke Bank menuntut tetap harus dibayar.

“Kembali modal saja berat, Mas, apalagi harus untung. Saking bingungnya, sekarang nyambi ngarit dan merawat sapinya tetangga,” ungkap Basori kepada tim Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim), saat ditemui di kediamannya, Minggu (11/10/2020).

Di masa pandemi saat ini, daya beli masyarakat memang berkurang. Inilah yang membuat pendapatan para pelaku UMKM merosot. Mereka kesulitan menyeimbangkan siklus keuangan.

BACA JUGA  10 Cara Keluarga Bantu Lansia Tetap Sehat di Masa Pandemi

LEAVE A REPLY