Ilustrasi gibah. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Ustaz Jauhar Ridloni Marzuq Lc MA

ZNEWS.ID JAKARTA – Gibah adalah di antara dosa yang dilarang dalam Islam. Alquran menggambarkan kejinya dosa gibah dengan menyamakannya seperti memakan bangkai saudara sendiri. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat: 12)

Imam Asy-Syaukani dalam menafsirkan ayat tersebut mengatakan, “Allah SWT membuat permisalan gibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang, karena bangkai sama sekali tidak tahu siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zajjaj.”

Gibah dan Fitnah

Secara bahasa gibah berasal dari akar kata “ghaaba-yaghiibu” yang artinya tidak terlihat atau gaib. Gibah oleh Ibnu Faris dalam “Maqayis Al-Lughah” diartikan sebagai “menyebutkan aib seseorang tanpa diketahui (bidhahril gaib)”.

Dalam hadis, Rasulullah SAW memberikan definisi gibah sebagai berikut.

عنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

BACA JUGA  Bakti Sosial SGI Master Teacher: Dari Kepulauan Menuju Generasi Berkualitas

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya, ‘Tahukah kamu, apa itu gibah?’ Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Gibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.’ Seseorang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?’ Rasulullah berkata, ‘Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti)’.” (HR. Muslim)

LEAVE A REPLY