Ilustrasi ngengat. (Foto: LIPI)

ZNEWS.ID BOGOR – Indonesia memiliki keanekaragaman ngengat yang tinggi. Diperkirakan, lebih dari 12.000 jenis atau lebih dari 5% dari total jenis Lepidoptera di dunia (sekitar 160.000 jenis).

Tidak seluruh kelompok ngengat merupakan hama. Beberapa kelompok ngengat Larvae geometridae yang dikenal sebagai perampas daun atau defoliator tumbuhan hutan tidak dikategorikan sebagai hama.

Bahkan, kelompok ini mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan vegetasi hutan. Selain itu, peran penting ngengat lainnya adalah sebagai penyerbuk, penghasil benang sutra, bio-indikator, dan sumber protein.

Di sisi lain, potensi keragaman ngegat yang tinggi di Indonesia tidak diimbangi dengan data dan informasi yang lengkap.

“Data dan informasi biologi ngengat masih sangat sedikit. Informasi yang relatif lengkap hanya pada jenis-jenis ngegat hama pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Informasi biologi hanya dapat diungkap dengan penguasaan pengetahuan sistematika,” ungkap Hari Sutrisno, dalam keterangannya di laman resmi LIPI, Rabu (7/10/2020).

Peneliti bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI itu menjelaskan bahwa pengetahuan sistematika yang kuat terbukti mampu mengungkap keanekaragaman dan komposisi jenis ngengat dalam ekosistem tertentu. Bahkan dapat menilai ekosistem mengalami gangguan akibat kegiatan manusia.

“Berdasarkan data, kita dapat memprediksi kemungkinan terjadinya ledakan populasi hama jenis tertentu di suatu kawasan dan mengungkap jenis hama ngengat baru maupun catatan hama baru,” kata Hari.

BACA JUGA  ITB: Tsunami 20 Meter Terjadi Jika Dua Segmen Megathurst Pecah Bersamaan

LEAVE A REPLY