Gerakan mengumpulkan puntung rokok  #SatuPuntungSejutaMasalah oleh Pembaharu Muda Framework Convention on Tobacco Control  (FCTC). (Foto: Istimewa)

ZNEWS.ID BOGOR – Youth Inspiraction Camp (YIC) 2020 bertekad memaksimalkan potensi para penerima manfaat Etos ID di berbagai bidang termasuk kesehatan. Dalam sesi Inspiraction Community para penerima manfaat belajar mengenal dampak buruk rokok di masyarakat bersama Sarah Muthiah, Pembaharu Muda dari Komunitas Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) pada Minggu (20/9/2020) via ZOOM.

FCTC ialah komunitas yang bergerak mengedukasi seputar dampak asap, iklan, promosi, dan sponsor dari industri rokok. Gerakan yang dibentuk oleh sepuluh pemuda perwakilan seluruh Nusantara dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan profesional ini mendukung pemerintah Indonesia menandatangani FCTC.

“Teman-teman harus tahu kalau Indonesia menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang masih membiarkan adanya iklan rokok diberbagai media baik cetak maupun elektronik,” ujar Sarah.

Ia menyampaikan bahwa musuh bersama kita adalah industri rokok yang bergeliat terutama di negara-negara berkembang.

“Indonesia menjadi peringkat ke-3 perokok di dunia setelah India dan China. Pasalnya, satu dari lima remaja di Indonesia berumur 15 tahun merokok. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

Dalam usaha perlawanan ini, Gerakan Muda FCTC ini merekrut kembali dua puluh orang –yang kemudian disebut Pembaharu Muda- dari tujuh belas daerah di Indonesia yang digembleng menghadapi pertanyaan dan perlawanan dari kalangan pendukung industri rokok.

FCTC melatih agar dua puluh orang Pembaharu Muda ini mampu membuat gerakan/organisasi di daerah masing-masing. Hasilnya, Pembaharu Muda bergerak memunguti sampah putung rokok dan berhasil mengumpulkan 200 ribu puntung rokok.

“Gerakan mengumpulkan puntung rokok ini sebagai pernyataan kepada pemerintah bahwa rokok hanya membawa masalah, pemborosan di masyarakat, dan membuat sampah infeksius putung rokok bertebaran,” ucap Sarah.

BACA JUGA  Eco Business Indonesia Tebar Kebermanfaatan lewat Sampah

Pada 2016, Pembaharu Muda FCTC juga mengumpulkan sebelas ribu surat tolakan terkena dampak rokok dari kalangan masyarakat dari perwakilan seluruh daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa masih banyak masyarakat di luar sana yang peduli terhadap kesehatan dan berharap terhindar dari bahaya asap rokok dan sebagainya.

“Langkah konkret yang bisa kita lakukan untuk mendukung pemerintah dan menyadarkan masyarakat memerangi rokok adalah menyampaikan pesan kunci. Memang, untuk membersihkan Indonesia dari rokok ini masih sangat susah. Namun, kita bisa meminimalisasi agar yang mengonsumsi rokok itu bukan dari kalangan masyarakat miskin dan anak di bawah umur,” terangnya.

Pesan kunci tersebut, kata Sarah, dibagi menjadi tiga bagian, yakni pemaparan masalah, dampak kalau dibiarkan, dan apa yang kita inginkan.

Masalah yang menjadi kepedulian adalah maraknya iklan dan sponsor rokok yang dikonsumsi masyarakat, harga yang murah, dan tidak ketatnya siapa saja yang boleh membeli rokok. Hal ini menjadi penyebab masyarakat tidak bisa melepaskan diri dari rokok dan semakin banyak sampah infeksius yang merusak ekosistem alam.

“Yang kami inginkan adalah mendukung pemerintah untuk membuat regulasi baru dengan memahalkan harga rokok, membatasi iklan rokok, dan mengetatkan siapa saja yang boleh membeli rokok dan mengedukasi pola hidup sehat guna mencegah stunting,” tutur Sarah. (etos-id.net)

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY