Ilustrasi: Siswa SMART Ekselensia Indonesia. (smartekselensia.net)

Oleh: Rizki Idsam Matura (Alumni Angkatan 4)

ZNEWS.ID JAKARTA – Nama saya Rizki Idsam Matura. Kata ‘matura’ dalam nama saya bukanlah nama marga atau nama keluarga, melainkan singkatan yang menurut penuturan Ibu adalah “Menyumbangkan Tenaga Untuk Rakyat”.

Singkatan yang sangat berat untuk dipikul oleh seorang anak kampung yang sekadar bermimpi ke kota pun tak berani. Hingga suatu ketika mau atau tidak mau saya harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Suatu hari, ketika asyik bermain kelereng, saya dipanggil Abang. Dia menanyakan apakah saya ingin melanjutkan pendidikan di luar Lampung. Sontak saya kaget. Bermalam semalam di rumah teman saja saya tidak berani, apalagi untuk tinggal dalam waktu lama di lingkungan yang tidak saya kenal.

Saya pun bertanya terlebih dahulu kepada Ibu, apakah saya diizinkan untuk pergi dan apakah saya kira-kira kuat untuk hidup tanpa didampingi keluarga. Dengan tenang, Ibu mengatakan kalau saya diizinkan.

Beliau juga memberikan kepada saya kekuatan untuk berani merantau. Akhirnya dengan semangat menggebu-gebu saya mengiyakan ajakan Abang saya untuk sekolah di Jawa.

Tidak seperti yang saya perkirakan, seleksi untuk menjadi bagian dari sekolah itu sangat sulit. Selain itu, banyak peserta yang menjadi saingan saya. Seleksi awal yang dilakukan adalah seleksi administratif.

Tanpa piagam, tanpa sertifikat, dan tanpa nilai yang menonjol, saya memberanikan diri untuk mengikuti seleksi awal. Satu-satunya kebanggaan saya adalah selalu menjadi tiga besar di kelas.

BACA JUGA  Antisipasi Outbreak, Dompet Dhuafa Rancang RS Kontainer untuk Isolasi Pasien

LEAVE A REPLY