Banyak nelayan yang sudah menggunakan atraktor cumi-cumi. (Foto: Kemenristek/BRIN)

ZNEWS.ID BOGOR – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki sumber daya perairan yang melimpah, termasuk cumi-cumi. Oleh karenanya, konsep penangkapan ikan maupun cumi-cumi diarahkan kepada konsep yang berkelanjutan dan didasarkan pada stok spesies tertentu.

Pengembangan ini seyogianya dikelola secara rasional untuk menjamin upaya dalam usaha sepadan dengan kapasitas produksi dari sumberdaya yang ada.  Hal ini dimaksudkan dalam rangka menjaga populasi, kualitas produksi dan ekosistem perairan, serta melarang kegiatan penangkapan yang menggunakan bahan peledak, racun dan praktek penangkapan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Untuk itu, Dosen IPB University dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Dr Mulyono S Baskoro dan Dr Roza Yusfiandayani, mengembangkan atraktor cumi-cumi yang digunakan untuk memperkaya sumber daya cumi-cumi di suatu kawasan perairan.

Atraktor ini, kata Mulyono, dapat digunakan sebagai tempat cumi-cumi melepaskan telurnya, lalu telur-telur tersebut menempel pada atraktor sampai pada akhirnya menetas.

“Keberadaan atraktor menjadikan suatu kawasan sebagai tempat berkumpul dan bertelurnya cumi-cumi. Hal ini menjadikan suatu kawasan potensial dengan sumberdaya cumi-cumi, di samping itu juga kawasan tersebut memiliki keunikan pemandangan bawah air dengan hamparan telur cumi-cuminya, dan dapat berfungsi sebagai daerah asuhan,” kata Mulyono, melansir laman resmi Kemenristek/BRIN, Sabtu (26/9/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bahan yang digunakan dalam rekayasa teknologi pengayaan sumberdaya cumi-cumi ini adalah unit atraktor cumi-cumi yang dibuat dari bahan utama kawat harmonika, bambu, pipa paralon, drum bekas aspal atau minyak dan tali rami atau serabut kelapa.

Dari bahan tersebut, dapat dikembangkan empat macam atraktor cumi-cumi, yaitu atraktor kawat harmonika, atraktor bambu, atraktor drum bekas, dan atraktor pipa paralon.

Sementata, Roza menjelaskan bahwa atraktor cumi-cumi kawat harmonika dibuat dengan konstruksi menyerupai bunga berkelopak empat dengan diameter 120-130 centimeter dan tinggi 35-40 centimeter. Atraktor ini dilengkapi dengan untaian tali rami pada setiap kelopaknya dan pada bagian atasnya ditutupi dengan lembaran plastik berwarna gelap.

BACA JUGA  Mbuang-Mbuang, Desa nan Indah di Sudut Indonesia Bagian Tengah

LEAVE A REPLY