Warga dengan masker pelindung akibat mewabahnya virus Corona, berada di depan cincin Olimpiade Raksasa di area tepi laut Taman Marina Odaiba, Tokyo, Jepang, Kamis (27/2/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmetha/foc/djo)

ZNEWS.ID, TOKYO – Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo pada hari Jumat (25/9/2020) mengusulkan sejumlah penyederhanaan agenda termasuk pengurangan jumlah staf dan mempersingkat periode pembukaan tempat latihan.

Hal tersebut ditujukan sebagai bagian rencana untuk mengadakan acara yang efisien di tengah pandemi. Olimpiade yang semula dijadwalkan dimulai musim panas ini, ditunda selama satu tahun oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah Jepang karena virus corona.

Sejak itu, penyelenggara dan pemerintah telah mencari cara untuk memangkas biaya, menyederhanakan olimpiade, dan melindungi para atlet serta penonton. Namun, masih ada keraguan tentang kelayakan mengadakan acara global berskala besar karena pandemi terus berlangsung.

Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih Yoshihide Suga melihat pariwisata sebagai kunci untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terdampak dan mengatakan keinginannya untuk mengadakan olimpiade tahun depan.

“Kami sudah bertekad untuk melakukan ini tahun depan apa pun yang terjadi,” kata Presiden Tokyo 2020 Yoshiro Mori kepada wartawan pada sebuah konferensi pers yang dikutip Reuters.

Mori telah bertemu dengan Suga yang mengatakan bahwa kesuksesan olimpiade adalah prioritas utama pemerintah Jepang.

Mori mengatakan jumlah ofisial, staf, dan SDM lain yang terkait dengan olimpiade dapat dikurangi hingga 10-15 persen. Kegiatan pusat pers dapat dikurangi delapan hari, dan upacara penyambutan bagi para atlet juga dibatalkan, katanya.

BACA JUGA  Pawai Obor Olimpiade akan Kembali Dimulai Maret Mendatang

LEAVE A REPLY