Polisi Perancis berjaga di sebelah mobil jenazah di depan pintu masuk kantor Charlie Hebdo, Paris usai terjadinya penembakan, Rabu (7/1/2015). Pria bersenjata menyerbu kantor majalah mingguan satir yang dikenal suka mencerca Islam, menembak 12 orang, termasuk dua anggota polisi . (REUTERS/Philippe Wojazer )

ZNEWS.ID, PARIS – Perdana Menteri Prancis ean Castex mengungkapkan bahwa empat orang ditusuk di dekat kantor lama majalah Charlie Hebdo di Paris pada Jumat (25/9/2020).

Insiden penusukan tersebut terjadi tiga pekan setelah 14 orang yang diduga terkait dengan kelompok yang menyerang kantor Charlie Hebdo pada Januari 2015, yang menewaskan 12 orang, menjalani persidangan di Paris.

Penyerangan itu terkait dengan karikatur yang Nabi yang dimuat di majalah tersebut, yang telah melukai umat Islam di seluruh dunia.

Polisi sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa dua dari empat korban mengalami luka serius.

Menurutnya, dua tersangka kabur dan garis polisi telah dipasang lantaran adanya sebuah bungkusan yang mencurigakan.

Sebilah pisau ditemukan di lokasi kejadian, menurut dua sumber polisi. Namun, belum diketahui pasti apakah itu parang atau pisau pemotong daging.

Otoritas setempat meminta masyarakat agar menjauhi area tersebut, sementara polisi masih menggelar operasi di distrik timur laut ibu kota. Wakil wali kota Emmanuel Gregoire mencuit di Twitter bahwa polisi masih mengejar seseorang “yang berpotensi membahayakan.”

 

Editor: Dhany

Sumber: Antara

BACA JUGA  Erdogan Jijik dengan Majalah Charlie Hebdo

LEAVE A REPLY