Seorang polisi mengangkat senjata semprotan merica saat ia menahan seorang pria saat demonstrasi atas undang-undang keamanan nasional dalam peringati penyerahan Hong Kong ke China dari Britain di Hong Kong, China, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/nz/cfo/aa.

ZNEWS.ID, HONGKONG – Kepolisian Hong Kong akan menetapkan kriteria baru bagi wartawan yang diizinkan meliput berbagai peristiwa yang melibatkan polisi.

Sementara itu, kartu pers yang dikeluarkan oleh Asosiasi Jurnalis Hong Kong dan Asosiasi Fotografer Pers Hong Kong tidak berlaku.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Hong Kong, Kenneth Kwok, dalam suratnya kepada wartawan, Selasa, menyebutkan bahwa hanya wartawan dan fotografer media lokal yang terdaftar dalam aturan baru pemerintah, atau kanal media yang dikenal secara internasional dan memiliki kantor perwakilan, yang diizinkan meliput.

Media di Hong Kong melaporkan bahwa regulasi baru itu berlaku efektif mulai Rabu (23/9/2020).

Sejak terjadi kerusuhan dan pelanggaran pada Juni 2019, Kepolisian Hong Kong mendapati beberapa orang yang mengaku sebagai wartawan dan bergabung dengan massa, mengganggu tugas polisi, dan bahkan menyerang polisi.

Pada Mei 2020, tim media Kepolisian Hong Kong menambah anggotanya menjadi 300 orang untuk memberikan dukungan kepada media di setiap kegiatan publik.

Menurut Kepolisian Hong Kong, definisi perwakilan media yang diperbarui akan lebih gamblang sehingga memudahkan polisi yang berada di garis terdepan mengidentifikasi validitas seorang wartawan secara efektif dan cepat, termasuk memfasilitasi dan membantu awak media sebanyak mungkin tanpa mengganggu tugas operasional.

BACA JUGA  Hasil Tes COVID-19 di Hong Kong Tidak Akurat, Perusahaan China Minta Maaf

LEAVE A REPLY