Umat Isal di Jepang melaksanakan ibadah Jumat di Camii, mesjid terbesar di Tokyo. Photo: AP

ZNEWS.ID, TOKYO – Umat Islam di Jepang saat ini mencapai 200 ribu orang, yang tinggal menyebar di beberapa kota besar maupun wilayah pinggiran. Keberadaan masjid pun menjadi hal yang lumrah di beberapa kota besar di Jepang.

Meski demikian, ada tradisi muslim yang masih belum bisa diterima masyarakat jepang, yaitu penguburan jenazah. Sulitnya warga muslim Jepang menjalani ritual penguburan jenazah terlihat dengan hanya ada tujuh kuburan umat Islam di seluruh negara matahari terbit ini.

Sepedrti dilansir South China Morning Post, saat ini muslim di seluruh Jepang selatan sedang menunggu hasil pemungutan suara di kota Hiji untuk mengetahui apakah mereka bisa  memiliki tempat untuk menguburkan jenazah mereka.

Kemungkinan hal itu akan merupakan sesuatu yang sulit karena petisi yang menentang proposal tersebut telah beredar luas di masyarakat.

Ada anggapan di penduduk lokal bahwa tradisi muslim mengubur jenazah, berlawanan dengan kremasi. Mereka takut hal itu menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat lokal, karena kontaminan akan meresap ke dalam tanah serta sumber air lokal yang digunakan untuk irigasi tanaman dan minum.

Sebuah argumen yang menurut pemimpin Muslim setempat sama sekali tidak masuk akal.

“Kami membangun masjid kami di Beppu sekitar 10 tahun yang lalu, dan sesaat setelah itu kami memulai proyek kami berikutnya, menemukan tempat di mana umat Islam dapat dimakamkan sesuai dengan tradisi kami,” ujar Khan Muhammad Tahir Abbas, kepala Asosiasi Muslim Beppu, kepada South China Morning Post.

LEAVE A REPLY