Nasyith Majidi, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa saat konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL) yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari negara-negara Asia Pasifik pada 16-17 September 2020. (Foto: Tangkap layar)

ZNEWS.ID MANILA – Pandemi telah menyebabkan dunia semakin jauh dari target-target pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals) atau SDG’s yang tercanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini merupakan akibat dari lemahnya komitmen negara-negara anggota dan krisis ekonomi akibat pandemi.

Dompet Dhuafa, bersama Institut for Social Enterprise in Asia (ISEA) dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP), menyerukan agar kewirausahaan sosial (social enterprise) harus didorong untuk menjawab tantangan ini agar bisa menanggulangi kemiskinan akibat pandemi di banyak negara.

Dalam konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL) yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari negara-negara Asia Pasifik pada 16-17 September 2020, Dompet Dhuafa menawarkan penerapan konsep pemberdayaan perempuan di rantai pasok produk-produk pertanian. Dan, perlunya kewirausahaan sosial di bidang layanan kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Kekuatan kewirausahaan sosial terletak di pemberdayaan karena memosisikan masyarakat sebagai small producer yang menjadi mitra usaha dan agen perubahan sosial sekaligus. Dompet Dhuafa sebagai sebuah kewirausahaan sosial menjalankan fungsi ini,” terang Nasyith Majidi, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, di hadapan negara-negara peserta Konferensi SEAL.

Saat ini, Dompet Dhuafa juga menggulirkan berbagai program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) di beberapa daerah di Indonesia bersama RRI, Kemendagri, dan banyak pihak.

Pada kesempatan itu, Dompet Dhuafa juga menyampaikan konsep Health for All untuk kewirausahaan sosial yang bergerak di bidang kesehatan.

“Konsep ini bertumpu pada tiga hal pokok, yaitu pendekatan kesehatan yang holistik, pemberdayaan kesehatan masyarakat dan blended finance antara dana-dana filantropi seperti zakat dan wakaf, investasi, asuransi, dan jaminan sosial pemerintah,” kata Nasyith.

BACA JUGA  Black Car Community Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Dompet Dhuafa

LEAVE A REPLY