Ilustrasi mobil mogok. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Tak hanya motor, mobil transmisi otomatis kini kian diminati masyarakat. Alasannya, mudah digunakan. Pengemudi tidak perlu repot-repot menggunakan pedal kopling dan mengatur gigi transmisi saat berkendara.

Semua pengoperasian sudah diatur secara otomatis. Sehingga, pengemudi tinggal menginjak pedal gas. Mobil matic cocok bagi yang tinggal di daerah dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan ketika mobil matic mogok di jalan. Berbeda dengan manual, mobil matic butuh perlakuan khusus.

Mobil manual boleh didorong sembari memasukkan transmisi ke gigi satu atau dua dan menekan gas secara perlahan. Namun, pada matic, perlakuan seperti ini tidak dianjurkan.

“Disarankan harus menggunakan towing, dan wajib menggunakan towing jika mengalami mogok. Karena, kalau dipaksakan untuk didorong akan merusak bagian transmisi,” ujar Instruktur Service Training Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima, dalam acara workshop virtual, Selasa (15/9/2020).

Aji menjelaskan, towing diharuskan karena tidak adanya pelumasan akibat mesin yang mogok. Sehingga, pompa oli dari transmisi itu terhenti.

Dia juga mengatakan, jika memang harus menggunakan jasa derek, sebaiknya para pemilik kendaraan tersebut mengetahui penggerak dari mobil tersebut, apakah terdapat di depan atau di belakang.

“Sebaiknya pemilik harus mengetahui roda penggerak dari mobil itu sendiri, jangan sampai salah. Jika roda penggerak depan, maka roda depan yang harus bergerak dan begitu sebaliknya,” kata dia.

Kendati demikian, menurut Aji, mendorong mobil bertransmisi otomatis diperbolehkan jika dalam keadaan darurat, dengan syarat, jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.

Editor: Agus Wahyudi
Sunber: Antara

LEAVE A REPLY